Proyek Pengaman Pantai Tondowolio Dinilai Vital Selamatkan Wilayah Pesisir dari Ancaman Abrasi

Nasionalinfo.com, Kolaka– Abrasi pantai yang terjadi di Kabupaten Kolaka kini telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Berdasarkan keterangan tertulis dari Satuan Kerja (Satker) SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Sulawesi Wilayah IV, abrasi yang terus terjadi mampu menggerus dan menenggelamkan daratan sehingga mempersempit wilayah pesisir.

Jika tidak segera ditangani, kawasan dengan permukaan tanah yang relatif rendah berpotensi tenggelam dan mengancam keberadaan fasilitas umum, fasilitas sosial, serta kawasan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, termasuk wilayah pesisir Pantai Tondowolio di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Sebagai upaya pencegahan dan penanganan kerusakan pesisir, melalui proyek pengaman pantai yang dilaksanakan oleh Satker SNVT PJSA Sulawesi Wilayah IV, pada Tahun Anggaran 2026 dilakukan pembangunan lanjutan pengaman Pantai Tondowolio dengan konstruksi **groyne T** dan **tembok laut (seawall)**.

Kehadiran proyek tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh **Juharding**, warga Desa Tondowolio, yang menilai pembangunan pengaman pantai sangat penting bagi keselamatan kawasan pesisir dan permukiman warga.

“Rumah saya berada dekat dengan pantai. Karena itu, proyek pengaman pantai (seawall/revetment) ini sangat vital untuk menyelamatkan wilayah pesisir. Proyek ini difokuskan untuk menahan gelombang pasang, mencegah abrasi yang terus menggerus daratan, serta melindungi kawasan permukiman, sekolah, dan fasilitas umum dari ancaman kerusakan. Kehadirannya juga dapat mengurangi kekhawatiran warga sekitar terhadap ancaman abrasi yang semakin parah,” ujar Juharding, Rabu (17/6/2026).

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat melihat manfaat besar dari proyek tersebut dan memberikan dukungan agar pelaksanaannya berjalan lancar hingga selesai tepat waktu.

“Kami berharap kepada semua pihak agar melihat asas manfaat dari proyek ini. Kami meminta masyarakat mendukung agar proyek dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, mengingat pengaman pantai merupakan proyek vital bagi keselamatan warga pesisir dan lingkungannya. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat melindungi lingkungan pendidikan serta memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat pesisir,” imbuhnya.

Berdasarkan penelusuran pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proyek pembangunan Pengaman Pantai Tondowolio tersebut dimenangkan oleh **PT Tri Artha Mandiri (PT TAM)** dengan nilai kontrak sebesar **Rp18.445.062.000**.

Dengan adanya pembangunan lanjutan pengaman pantai ini, diharapkan ancaman abrasi yang selama ini menggerus kawasan pesisir Tondowolio dapat diminimalisasi sehingga keselamatan masyarakat, fasilitas pendidikan, serta aset-aset publik di wilayah tersebut tetap terjaga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *