Atlet dan Pengusaha Billiard Minta Bupati Kolaka Tinjau Ulang Penutupan Arena Billiard Selama Bulan Ramadhan

Nasionalinfo.Com, Kolaka – Kebijakan penutupan sejumlah rumah billiard di Kabupaten Kolaka selama bulan suci Ramadhan menuai kritik dari pelaku usaha, atlet dan sebagian masyarakat. Kebijakan tersebut dinilai perlu ditinjau ulang karena dianggap berdampak langsung pada perekonomian warga yang menggantungkan mata pencaharian dari usaha tersebut.

Pemerintah daerah diketahui mengambil langkah penutupan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan menghormati bulan suci Ramadhan. Namun, sejumlah pengusaha billiard menilai kebijakan itu terkesan menyamaratakan seluruh tempat usaha tanpa mempertimbangkan apakah tempat tersebut beroperasi sesuai aturan atau tidak.

“Kami menghormati bulan Ramadhan. Namun seharusnya ada pengaturan jam operasional atau pembatasan, bukan penutupan total. Banyak karyawan yang tetap butuh penghasilan, di Kota lain usaha billiard Masih berjalan normal,” ujar Nur Saputra salah satu ketua FSKD( Forum studi kebijakan dan Demokrasi ). Sabtu, 28/2/2026

Sejumlah atlet billiard dan pecinta Billiard  menilai bahwa billiard merupakan cabang olahraga resmi yang tidak semestinya langsung dikategorikan sebagai aktivitas yang bertentangan dengan nilai-nilai Ramadhan. Mereka meminta pemerintah daerah mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog bersama pelaku usaha sebelum menerapkan kebijakan yang berdampak luas.

Selain berdampak pada pekerja dan pemilik usaha, penutupan tersebut juga dinilai berpotensi memengaruhi pendapatan daerah dari sektor pajak dan retribusi.

“Kami berharap Bupati Kolaka melakukan evaluasi menyeluruh agar kebijakan yang diterapkan tetap menjaga ketertiban umum tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi warga,” harapnya.

Sejumlah pelaku usaha kini mendesak agar pemerintah daerah membuka ruang komunikasi dan mempertimbangkan alternatif kebijakan, seperti pembatasan jam operasional atau pengawasan lebih ketat, sebagai solusi yang dinilai lebih proporsional.

” billiard itu salah satu Cabang olahraga yang di pertandingkan. Kalau tempat usaha billiard di tutup berarti sama halnya mematikan potensi bibit – bibit atlet yang berada di Kolaka. semoga Bupati Kolaka bisa meninjau ulang aturan tersebut,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kemungkinan peninjauan ulang kebijakan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *