Nasionalinfo.Com, Kolaka – Ratusan hektar sawah milik warga Desa Lamedai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, mengalami gagal panen setelah tertimbun sedimen lumpur yang terbawa banjir dari hulu Sungai Oko-Oko.
Kondisi memprihatinkan tersebut terlihat jelas di sejumlah area persawahan warga. Lahan yang sebelumnya produktif kini berubah menjadi hamparan lumpur yang mengeras dan retak-retak. Bibit padi yang baru ditanam pun banyak yang mati sebelum sempat tumbuh dan berbuah.
Warga menduga sedimentasi lumpur berasal dari kawasan bukaan lahan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) yang berada di bagian hulu sungai. Saat hujan turun, Sungai Oko-Oko meluap dan membawa material lumpur ke area persawahan masyarakat.
Keluhan tersebut disampaikan langsung para petani saat kunjungan kerja Tim Komisi III DPRD Kolaka di Desa Lamedai, Kamis (11/6/2026).
Salah seorang petani, Muhammad Nur, mengaku banjir lumpur terus terjadi setiap kali hujan turun. Akibatnya, upaya petani untuk menanam padi selalu berakhir gagal.
*”Hujan sebentar saja, sungai langsung meluap dan membawa lumpur. Dulu sebelum ada IPIP tidak seperti ini,”* ujar Nur.
Ia mengaku sudah lima kali menanam padi sepanjang tahun 2026. Namun seluruh tanaman miliknya gagal akibat diterjang banjir lumpur.
*”Padinya orang sudah berbuah, saya baru dua hari lalu menanam bibit lagi. Ini sudah kelima kalinya. Mudah-mudahan tidak hujan lagi,”* katanya.
Menurut Nur, banjir lumpur terparah terjadi pada April 2026. Saat itu, endapan lumpur mencapai setinggi lutut orang dewasa dan menutup pematang sawah hingga tidak terlihat.
Akibat kondisi tersebut, petani mengalami kerugian besar karena kehilangan hasil panen dan harus berulang kali membeli bibit baru. Mereka juga khawatir lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat tidak lagi bisa digunakan untuk bercocok tanam.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kolaka segera turun tangan melakukan investigasi terhadap penyebab sedimentasi yang merusak area persawahan serta mengambil langkah konkret untuk melindungi lahan pertanian masyarakat.
Sementara itu, Tim Komisi III DPRD Kolaka menyatakan akan menindaklanjuti keluhan warga dan meminta pihak terkait memberikan penjelasan mengenai penyebab banjir lumpur yang mengakibatkan kerusakan ratusan hektar sawah di Desa Lamedai.
















