oleh

Waspada Wartawan “Bodreks” Berkeliaran di Kolaka

Nasionalinfo.com, Kolaka – Puluhan wartawan kolaka melakasanakan rapat Konsolidasi guna mencegah ruang gerak Wartawan “Bondreks” yang selama ini meresahkan Masyarakat,kagiatan itu berlangsung di Warkop FKPPI Kabupaten Kolaka.Sulawesi Tenggara.Rabu
(31/7/2019)

Dalam rapat konsolidasi itu dimediasi oleh pengurus organisasi Wartawan yakni Persatuan Wartawan indonesia (PWI) kolaka.dan Aliansi Jurnalis independen (AJI) serta Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)

Andi Hendra saat di temui media ini Mengatakan Memintah untuk menyikapi permasalahan ini dengan adanya laporan di lapangan yang mengatasnamakan Wartawan ataupun LSM

Sehingga seluruh wartawan yang bertugas diwilayah kabupaten Kolaka untuk melakukan rapat dan membentuk forum Wartawan kolaka

Dalam rapat konsolidasi itu untuk mendiskusikan dan membahas apa yang menjadi keluhan bagi masyarakat dengan maraknya oknum wartawan Bodreks yang mengatas namakan wartawan ataupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Rapat konsolidasi wartawan ini terungkap beberapa fakta yang terjadi di lapangan, dengan adanya oknum oknum wartawan yang hanya kerjanya mendatangi kepala Desa dan kepala sekolah apabila sudah mengetahui adanya pencairan.

Bahkan tambah parahnya lagi, terkadang oknum ini mengaku wartawan atau Jurnalis bahkan juga mengaku Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM), dengan mengantongi id card dan surat tugas,

“Inilah yang kami bingungkan sebenarnya yang mana mereka bawa apakah Lembaga (LSM) atau Wartawan”, kata Andi Hendra salah satu wartawan dalam rapat.

“Terkadang para Kades di lapangan tidak bisa membedakan mana yang wartawan dan mana LSM ,dan pemahaman para Kepala desa bahwa wartawan itu juga LSM”, ungkap Andi Hendra

Sementara itu Ketua PWI Kolaka, mengatakan, bahwa bagi wartawan itu tidak terlepas dari peran perusahaan media dalam melakukan rekrutmen yang tidak mengikuti kaidah dan aturan yang berlaku.

Terkadang kapasitas dan profesionalisme calon wartawan tidak menjadi pertimbangan bagi perusahaan pers,dan itu suatu permasalahan bagi perusahaan pers itu sendiri.

“Memang ada sih oknum oknum wartawan yang melakukan di luar aturan sebagai kode etik jurnalis, padahal mereka belum memahi yang mana profesi wartawan yang sesungguhnya”, ungkap Armin.

“Dan yang anehnya lagi oknum wartawan ini belum bisa untuk menjadi warwtan namun mereka memaksakan diri untuk menjadi wartawan dan akhirnya yang terjadi wartawan Mondar mandir Tanpa Berita (Muntaber), apalagi mengantong dua Id Card yang satunya Id card wartawan dan yang Satunya lagi id card LSM,

“Jadi kalau mau jadi wartawan jadilah wartawan yang profesional sesuai kode etik jurnalis yang sudah ada, dan kalau mau jadi LSM jadilah LSM yang sesungguhnya yang dipercaya oleh masyarakat”, tegas Armin

“Armin menambahkan Dalam kejadian semacam ini sudah lama terjadi di kabupaten Kolaka, dia wartawan dan dia juga LSM,yang mana sebenarnya”, tuturnya.

“Jadi melalui rapat konsolidasi tersebut,seluruh wartawan Kolaka bersepakat untuk membuat rekomendasi yang nantinya akan diberikan kepada Pemda dan instansi, dalam rangka mempersempit ruang gerak oknum wartawan yang menyalahi kode etik jurnalistik.

Lanjut Armin adapun rekomendasi yang dihasilkan dari pertemuan tersebut, yakni wartawan harus profesional dalam menjalankan tugasnya mengacu pada UU Pers nomor 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik.

Selain itu wartawan yang terdaftar dalam kolom redaksi perusahaan media dan berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT). Akan dilaksanakan literasi media, dan akan dilaksanakan pendataan perusahaan pers/media yang ada di Kabupaten Kolaka oleh organisasi Wartawan PWI. AJI.
IJTI Kolaka secara berkala pertiga bulan sekali, serta wartawan diharuskan untuk mempunyai karya tulis jurnalistik itu sendiri di medianya masing – masing,”ujarnya

Ditempat yang sama. Kabag humas dan protokol setda Kolaka Amri Djamaluddin yang ikut menghadiri rapat konsolidasi wartawan mengungkapkan, selama ini pihaknya banyak mendapat laporan dan keluhan dari para Kades dan Kasek terkait ulah oknum yang mengaku wartawan di lapangan. Karena itu, dia memberikan apresiasi atas terbentuknya forum wartawan Kolaka, yang nantinya akan mengembalikan nama baik wartawan dimata masyarakat.

“Nantinya rekomendasi dari forum wartawan Kolaka ini, setelah kami terima, segerah kami akan tindak lanjuti,” ungkap Amri.

“Tindakan pemerasan yang dilakukan oknum wartawan akan menciptakan citra buruk bagi dunia pers,” katanya

“Saya merasa resah dengan ulah oknum wartawan “Bodresk” seperti itu,”tutup amri

Laporan : Egan

Editor : Redaksi

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed