Nasionalinfo.Com, Kolaka – Sebuah unit dump truck dilaporkan terbakar di area operasional PT Vale Indonesia Tbk di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Rabu (22/7) sekitar pukul 14.00 WITA. Insiden tersebut memicu sorotan terhadap penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kawasan tambang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kobaran api melalap unit dump truck hingga menjadi perhatian para pekerja di sekitar lokasi. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan api terus membesar sementara sejumlah pekerja hanya menyaksikan dari jarak aman.
Seorang pekerja yang berada di lokasi dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku bahwa saat kejadian tidak terlihat adanya upaya pemadaman menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Di unit itu tidak ada APAR, makanya api terus membesar dan hanya bisa ditonton,” ujar sumber tersebut.
Pernyataan itu belum dapat diverifikasi secara independen dan hingga kini belum mendapat tanggapan resmi dari pihak PT Vale Indonesia.
Insiden tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan fasilitas keselamatan dan prosedur tanggap darurat di area operasional. Dalam kegiatan pertambangan, keberadaan APAR dan kesiapan penanganan kebakaran merupakan bagian penting dari sistem K3.
Sejumlah pihak mendesak manajemen PT Vale Indonesia membentuk tim investigasi untuk mengungkap penyebab kebakaran secara transparan, termasuk memeriksa kelayakan unit, ketersediaan perlengkapan keselamatan, serta kepatuhan terhadap prosedur operasional.
Mereka juga meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melakukan evaluasi terhadap jajaran pimpinan operasional apabila hasil investigasi nantinya menemukan adanya kelalaian atau kelemahan dalam penerapan sistem keselamatan kerja.
Hingga berita ini diterbitkan, PT Vale Indonesia belum memberikan pernyataan resmi mengenai kronologi kejadian, penyebab kebakaran, kondisi operator, maupun klarifikasi terkait dugaan tidak tersedianya APAR pada unit yang terbakar. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak perusahaan untuk memenuhi asas keberimbangan.














