Dituding Premanisme di Kawasan PSN, Direktur Keamanan PT TRK: “Saya Jajaran Direksi, Bukan Preman”

Nasionalinfo.Com, Kolaka — Tuduhan aksi premanisme dan provokasi verbal di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) dibantah keras Direktur Keamanan PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK), Muslihuddin Haruna, S.E., alias Horo.

Horo menegaskan, pemberitaan salah satu media online di Kolaka yang menyebut dirinya melakukan aksi premanisme tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia bahkan menyebut pemberitaan tersebut sebagai hoaks dan menyatakan akan menempuh langkah hukum.

“Pernyataan media yang memuat berita tentang saya melakukan aksi premanisme itu hoaks. Saya ini jajaran direksi PT TRK, bukan preman,” tegas Horo. Kamis, 27/8/2026.

Menurut Horo, kehadirannya di Pos A1 bukan untuk melakukan intimidasi ataupun menghalangi aktivitas pihak lain. Dirinya berada di lokasi dalam kapasitas sebagai perwakilan PT TRK untuk melakukan koordinasi dengan pihak PT Vale Indonesia dan mitranya terkait persoalan akses yang sebelumnya dibuka selama 10 hari dan kemudian kembali ditutup.

Horo juga menyoroti persoalan akses yang menurutnya menjadi akar persoalan antara PT TRK dengan PT Vale Indonesia dan mitranya.

“Sampai hari ini PT Vale dan mitranya masuk tanpa izin PT TRK sebagai pemilik lahan,” tegas Horo.

Ia menjelaskan, pembukaan akses sebelumnya tidak terjadi begitu saja. Menurutnya, terdapat kesepakatan antara CEO PT TRK dengan Komisaris Mind ID Komjen Pol (Purn.) Muhammad Fadil Imran mengenai pemberian akses selama 10 hari.

Kesepakatan tersebut pula yang menjadi alasan Horo menyebut nama Fadil Imran ketika berada di lokasi.

“Saya menyebut nama beliau karena pihak perwakilan PT Vale bertanya, kenapa bisa dibuka beberapa hari dan hari ini ditutup lagi. Jadi atas dasar itu saya menjawab dan menyebut nama beliau,” jelas Horo.

Ia menegaskan, penyebutan nama Fadil Imran bukan dimaksudkan untuk melakukan provokasi, apalagi membawa-bawa nama institusi negara untuk menekan pihak lain.

Horo juga membantah keras tudingan telah melakukan provokasi verbal yang merendahkan wibawa negara di kawasan PSN.

“Saya membantah keras telah melakukan provokasi verbal yang merendahkan wibawa negara. Itu tidak benar,” ujarnya.

Horo menilai narasi yang menyebut dirinya melakukan aksi premanisme merupakan tuduhan serius yang tidak boleh dibangun tanpa melihat fakta kejadian secara menyeluruh.

Ia menyatakan akan melaporkan media yang memuat pemberitaan tersebut karena dinilai telah membuat narasi yang tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta lapangan.

Menurut Horo, persoalan yang terjadi di kawasan PSN PT IPIP semestinya diberitakan secara berimbang. Apalagi, terdapat persoalan akses dan kepentingan perusahaan yang sedang dikoordinasikan oleh para pihak.

Ia meminta agar persoalan tersebut tidak dipelintir menjadi tudingan premanisme maupun provokasi.

“Saya hadir di sana menjalankan tugas perusahaan. Kalau ada persoalan, mari lihat fakta dan dudukkan persoalannya secara jelas,” katan

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Kapolres Kolaka bersama Dandim 1412/Kolaka dan jajaran direksi PT TRK masih melakukan pertemuan di Pos Security PT TRK.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah situasi pascapemalangan akses di Pos A1 kawasan PSN PT IPIP. Kehadiran unsur TNI-Polri bersama jajaran direksi PT TRK menunjukkan bahwa persoalan tersebut masih dalam tahap koordinasi dan upaya mencari penyelesaian di lapangan.

Perkembangan hasil pertemuan antara pihak keamanan, jajaran direksi PT TRK, dan pihak-pihak terkait masih menunggu informasi lebih lanjut.

Horo menegaskan, dirinya berada di lokasi dalam kapasitas resmi sebagai jajaran direksi PT TRK dan menjalankan tugas perusahaan dalam melakukan koordinasi terkait persoalan akses.

“Saya bukan preman. Saya menjalankan tugas dan tanggung jawab saya sebagai jajaran direksi PT TRK,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *