Nasionalinfo.Com, Kolaka — Pelaksanaan Gerak Jalan Indah dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/8/2026), diwarnai insiden puluhan peserta yang harus mendapatkan penanganan medis.
Sejumlah peserta, mayoritas anak-anak dan pelajar, dilaporkan mengalami kelelahan hingga harus dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas. Bahkan, sejumlah peserta disebut harus mendapatkan infus setelah kondisi fisiknya menurun.
Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh sejumlah faktor selama pelaksanaan kegiatan, mulai dari lamanya waktu menunggu sebelum peserta mendapatkan giliran start, membludaknya jumlah peserta, jarak antarkelompok yang terlalu berjauhan, hingga teriknya matahari.
Salah satu orang tua peserta mengaku anaknya harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengikuti Gerak Jalan Indah. Ia juga mengungkapkan bahwa bukan hanya anaknya yang membutuhkan perawatan medis.
“Anak saya harus dilarikan ke rumah sakit. Banyak juga anak-anak yang sampai diinfus,” ungkapnya.
Menurutnya, proses pemberangkatan peserta yang berlangsung cukup lama membuat peserta harus menunggu dalam kondisi cuaca yang panas.
Selain itu, jarak antara peserta atau kelompok yang satu dengan kelompok lainnya dinilai terlalu berjauhan. Kondisi tersebut membuat sebagian peserta harus menunggu cukup lama sebelum dapat melanjutkan perjalanan.
Keluhan mengenai kondisi cuaca juga disampaikan anaknya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“ Anak saya bilang mataharinya cukup panas,” ujarnya.
Kondisi cuaca yang terik, ditambah lamanya waktu menunggu dan padatnya jumlah peserta, diduga membuat sejumlah peserta mengalami kelelahan hingga membutuhkan pertolongan medis.
Pelaksanaan Gerak Jalan Indah tahun ini memang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Ribuan peserta dari berbagai kelompok ikut ambil bagian dalam kegiatan tahunan tersebut.
Namun, tingginya antusiasme tersebut juga perlu diimbangi dengan pengaturan teknis yang lebih matang. Pengaturan waktu start, jarak antarkelompok, kepadatan peserta, ketersediaan air minum, titik istirahat, serta kesiapan tenaga medis menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan dengan jumlah peserta yang besar.
Peristiwa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi panitia dan pemerintah daerah agar kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung lebih tertib dan tetap mengutamakan keselamatan peserta, khususnya anak-anak dan pelajar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti peserta yang dilarikan ke rumah sakit maupun puskesmas serta kondisi medis mereka. Dugaan penyebab kelelahan juga masih berdasarkan keterangan peserta dan orang tua, bukan hasil pemeriksaan medis resmi.









