oleh

Ratusan Pendemo Lempari Kantor DPRD Koltim Telur Busuk & Tomat Masak, Ini Penyebabnya ?

Nasionalinfo.com, Koltim – Ratusan massa aksi yang tergabung dalam konsordium Lembaga persatuan Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Kolaka Timur. Senin, 13/1/2020.

Sebelum bertolak ke kantor DPRD, Massa aksi melakukan orasi di simpang tiga tugu 45 Rate – Rate sembari membakar ban bekas.

Salah satu pendemo mengatakan, aksi bakar ban ini adalah sebagai bentuk
untuk membakar semangat perjuangan mereka dalam penyampaikan keluh kesah kekecewaan terhadap kebijakan Pemerintah Koltim, Karena dianggap telah dianggap keliru dalam mengambil kebijakan dalam membangun tanpa didasari dengan RTRW terlebih dahulu.

Setelah orasi dan aksi bakar ban di depan Tugu 45 rate – rate dengan pengawalan pihak kepolisian mobil Patwal Lantas Rate Rate, para pengunjuk rasa membubarkan diri dan melanjutkan aksinya ke Gedung Kantor DPRD Koltim, guna menyampaikan aspirasi dengan 7 poin yang menjadi bahan tuntutannya.

Namun setibanya dan berorasi di DPRD Masa merasa kecewaka karena para anggota DPRD yang hendak ditemuinya hanya dihadiri dua anggota DPRD saja, dengan alasan dari 23 anggota DPRD lain sedang melaksanakan kegiatan bintek di Jakarta.

Buntut dari kekecewaan mereka, massa kasi melempari kantor DPRD dengan puluhan telur busuk dan beberapa kilo gram tomat masak, hal ini merupakan bentuk protes atas dan kekecawaannya terhadap beberapa anggota DPRD yang baru baru dilantik belum lama ini.

Adapun 7 poin yang sempat dibacakan dalam orasinya oleh orator aksi dalam hal ini Ketua LAKI Koltim Juslan Kadir Laberese.

” Maraknya pekerjaan proyek yang menyebrang tahun untuk ditindak lanjuti melalui DPRD Kolaka Timur, adanya dugaan proses pencairan 100 % persen pekerjaan proyek yang dianggap melanggar peraturan undang – undang yang berlaku di Negeri Republik Indonesia, RTRW Koltim yang sampai saat ini belum diperdakan sedangkan anggaran sudah direalisasi kan, selanjutnya meminta pada pihak PEMDA untuk meninjau ulang perizinan Indomaret yang telah marak dan sudah dianggap sangat merugikan pedagang UMKM di Kolaka Timur, mendesak pihak PEMDA melalui DPRD Kolaka Timur untuk memperjelas status pasar Kecamatan dan Pasar Kabupaten agar tidak menjadi kabur, serta mendesak kepada PEMDA terkait dengan kasus rawa Tinondo yang hingga kini belum ada kejelasan, Kemudian terakhir meminta kepada DPRD untuk mengklarifikasi terkait persoalan yang telah marak di media sosial mengenai adanya dugaan oknum Kepala SKPD yang merugikan marwah DPRD secara Kelembagaan. ” ucap Juslan dalam orasinya.

Setelah massa di terima dua anggota DPRD, Risman kadir dan Ramli Majid dan menerima penjelasan, massa aksi akhirnya membubarkan diri dan mengancam akan melakukan aksi yang besar besaran hingga tuntutan mereka di akomodir oleh DPRD Koltim.

Menanggapi hal tersebut salah satu anggota Dewan yang sempat hadir menerima pengunjuk rasa Ramli Majid dari praksi PBB kepada sejumlah media mengatakan, dirinya tetap menerima aspirasi dari pengunjuk rasa, tetap menjadi sebuah catatannya dan akan didiskusikan terhadap rekanan Angota DPRD lainnya jika mereka sudah kembali dari bimtek.

“Karena hari ini mereka teman teman anggota lainnya lagi bintek , ya nanti setelah mereka pulang kami akan bicarakan dengan teman teman DPR lainnya, sekarang saya hanya dua orang anggota yang ada Risman Kadir dari komiai dua dan saya sendiri, jadi saya belum bisa menyimpulkan sekarang namun aspirasi ade ade pengunjuk rasa tadi saya tetap terima. ” tutup Ramli Majid.

Laporan : Abdul Rahim

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed