NASIONALINFO.COM – JENEPONTO | Proses pengisian keanggotaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Borongtala kini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Panitia pemilihan tingkat desa dituding bekerja tidak profesional, tidak transparan, bahkan terkesan manipulatif dalam menjalankan tahapan seleksi.
Salahsatu calon anggota BPD yang ikut berkompetisi menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap kinerja panitia pelaksana.
Berdasarkan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat, panitia diduga kuat menjalankan proses pemilihan secara tidak terbuka dan cenderung merugikan sebagian peserta.
Salah satu calon anggota BPD Junaedi mengungkapkan bahwa terdapat indikasi kuat adanya keberpihakan dalam setiap tahapan seleksi.
“Kami menilai panitia sangat tidak profesional dan terkesan manipulatif. Ada indikasi langkah-langkah yang sengaja diambil untuk menguntungkan pihak tertentu dan secara langsung menjegal calon-calon lain yang memiliki potensi,” ujarnya.
Situasi yang semakin memanas ini turut berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap panitia desa. Kondisi tersebut memicu desakan dari sejumlah pihak agar Panitia Tingkat Kabupaten segera turun tangan untuk mengambil alih proses pemilihan.
Para calon yang merasa dirugikan mengajukan dua tuntutan utama, yakni:
- Meminta Panitia Kabupaten mengambil alih seluruh tahapan pemilihan guna menjamin netralitas dan transparansi.
- Mendesak penghentian sementara proses pemilihan di Desa Borongtala hingga dilakukan audit atau evaluasi menyeluruh terhadap kinerja panitia desa.
Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah potensi konflik horizontal di tengah masyarakat. Selain itu, proses yang transparan dan akuntabel dianggap menjadi syarat mutlak untuk melahirkan anggota BPD yang memiliki legitimasi kuat di mata publik.
Jika dugaan praktik manipulatif ini terus berlanjut, dikhawatirkan fungsi BPD sebagai lembaga pengawas jalannya pemerintahan desa tidak akan berjalan optimal karena telah cacat secara prosedural sejak awal.
Red









