Nasionalinfo.Com, Kolaka — Penggerebekan Mess F14 PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI) di kawasan FPP, Kecamatan Pomalaa, yang berujung pada diamankannya dua karyawan dan barang bukti sabu seberat 8,93 gram, kini melebar menjadi sorotan publik.
Bukan hanya soal dugaan peredaran narkotika di lingkungan perusahaan, netizen justru mempertanyakan bagaimana seseorang yang diduga terlibat narkotika bisa tetap lolos dari pemeriksaan Medical Check Up (MCU).
Sorotan itu mencuat di kolom komentar media sosial setelah informasi penggerebekan tersebut beredar luas.
Salah satu akun menulis komentar bernada sindiran tajam di akun TikTok @nasionalinfo50
“Giliran masyarakat lain tes MCU tidak lolos, giliran pemakai narkoba MCU-nya lolos, sungguh luar biasa.” Tulis akun tersebut di kolom komentar.
Komentar tersebut kemudian ditanggapi akun lainnya dengan kalimat singkat:
“Karena ordal dan bayar.”
Komentar soal “ordal” dan pembayaran tersebut merupakan tudingan dari netizen dan belum terkonfirmasi kebenarannya. Namun, pernyataan itu menunjukkan adanya pertanyaan publik yang serius mengenai transparansi proses MCU dan sistem pengawasan narkotika di lingkungan kerja.
MCU Dipertanyakan, Publik Minta Penjelasan
Kasus ini memunculkan pertanyaan yang tidak bisa begitu saja diabaikan.
Jika pemeriksaan narkotika memang menjadi bagian dari MCU, bagaimana hasil pemeriksaan terhadap pekerja yang kemudian diamankan dalam kasus dugaan narkotika tersebut?
Kapan MCU terakhir dilakukan? Siapa pihak yang melakukan pemeriksaan? Apakah pemeriksaan dilakukan secara berkala? Dan apakah hasil tes narkotika menjadi salah satu indikator dalam menentukan kelayakan seorang pekerja?
Pertanyaan tersebut bukan berarti menyimpulkan bahwa hasil MCU telah dimanipulasi. Namun, munculnya kasus dugaan narkotika di lingkungan mess perusahaan secara otomatis membuat sistem pemeriksaan dan pengawasan internal layak dipertanyakan.
Publik juga berhak mengetahui sejauh mana perusahaan menerapkan zero tolerance terhadap narkotika, khususnya di lingkungan kerja dan fasilitas mess karyawan.
Jangan Sampai MCU Hanya Formalitas
MCU seharusnya bukan sekadar formalitas administratif untuk memenuhi persyaratan masuk kerja.
Jika pemeriksaan kesehatan dilakukan secara serius, termasuk pemeriksaan narkotika apabila menjadi bagian dari prosedur perusahaan, maka hasilnya harus mampu menjadi salah satu instrumen pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja.
Karena itu, PT KNI perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar tudingan yang beredar di media sosial tidak berkembang menjadi prasangka dan kesimpulan sepihak.
Apalagi, komentar mengenai “ordal dan bayar” telah dilempar ke ruang publik. Tudingan tersebut harus dibuktikan atau diklarifikasi, bukan dibiarkan menjadi bola liar.
Hingga berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PT KNI terkait sorotan dan komentar netizen tersebut.
Redaksi memberikan ruang seluas-luasnya kepada PT KNI untuk menyampaikan klarifikasi, bantahan maupun hak jawab atas seluruh tudingan yang berkembang di ruang publik.













