Nasionalinfo.com, Kolaka – Hariani S, S.Pd,.M.Si, tampil sebagai pemateri dalam Dialog Lintas Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, dan Tokoh Masyarakat bertema “Harmoni dalam Keberagamaan Menuju Kolaka Berkeadilan, Maju dan Unggul” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kolaka melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di Gedung Serbaguna Remaja Sport Kolaka, Selasa (28/7/2026).
Dalam pemaparannya, Hariani sapaan akrabnya menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, berkeadilan, serta mampu mendorong kemajuan daerah. Menurutnya, kontribusi perempuan tidak hanya dimulai dari lingkungan keluarga, tetapi juga meluas hingga ke ruang ekonomi masyarakat.
Ia memaparkan dua pilar utama peran strategis perempuan. Pilar pertama adalah sebagai agen perdamaian dalam keluarga. Perempuan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan menghargai keberagaman sejak usia dini kepada anak-anak. Selain itu, perempuan juga berperan membentuk karakter generasi penerus, meredam konflik di lingkungan keluarga, serta menjaga keharmonisan rumah tangga sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang damai.
Pilar kedua adalah sebagai penggerak ekonomi kreatif lokal. Hariani menjelaskan bahwa perempuan memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mempromosikan produk-produk khas daerah. Menurutnya, pembukaan akses ekonomi yang setara bagi perempuan akan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Ketika perempuan diberi ruang untuk berkembang, maka bukan hanya keluarga yang menjadi kuat, tetapi juga perekonomian daerah akan tumbuh dan kehidupan sosial masyarakat menjadi semakin harmonis,” ujarnya.
Hariani berharap sinergi antara tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, dan pemerintah terus diperkuat untuk membangun budaya toleransi, memperkokoh persatuan, serta mewujudkan Kabupaten Kolaka yang berkeadilan, maju, dan unggul.
Dialog lintas tokoh tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus bertukar gagasan dalam memperkuat moderasi beragama, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta meningkatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
















