oleh

Diduga Di Backup Oknum Jendral, PT. Sriwijaya Raya Bebas Mengeruk Ore Nikel Tanpa Legalitas

Nasionalinfo.Com, Jakarta – Maraknya pertambangan ilegal di Sulawesi Tenggara yang terus menerus mengeruk material Ore Nikel di duga di backup oleh oknum Jendral. Meski belum memiliki legalitas yang legal, PT. Sriwijaya Raya kini terus melakukan penggalian Ore Nikel di Blok Mandiodo Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe.

” PT. Sriwijaya raya sampai hari ini belum memiliki RKAB, RKTTL, AMDAL bahkan tidak memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan ( IPPKH ) serta tidak pernah membayar pajak PBB, ” ucap Arnol Ibnu Rasyid dalam press releasenya yang di kirim ke redaski, Kamis 8/4/2021.

Menurut Arnol Ibnu Rasyid Selaku ketua Gerakan Mahasiswa Anoa Sulawesi Tenggara (GEMA SULTRA), dirinya baru saja mengetahui bahwa ternyata PT. Sriwijaya Raya yang melakukan penambangan di Blok Mandiondo banyak melakukan pelanggaran yang bertentangan dengan hukum yang berlaku.

” Sampai hari ini PT.Sriwijaya Raya masih bebas menggarap lahan tanpa dasar izin yang jelas, dan sampai hari inipun juga belum ada tindak tegas dari instansi pemerintah di Provinsi Sulawesi Tenggara dan kami kuat menduga bahwa PT.Sriwijaya Raya di backup oleh oknum Jenderal,” bebernya.

Lanjut Kata Arnol dalam press relasenya, Kami akan segerah melakukan aksi ujuk rasa di depan Mabes Polri dalam mempresur persoalan ini sampai tuntas ke akar-akarnya agar adah epek jerah terhadap penambang ilegal di Provinsi Sulawesi Tenggara maupun yang terlibat dalam aktivitas ilegal mining.

“Persoalan ini tidak akan kami biarkan, kami akan segerah mengadukan ke ESDM RI, MABES POlRI dan KLHK RI di Jakarta sebagai sentral pemerintahan di Indonesia dalam upaya penegakan hukum yang berlaku” tegasnya

Hingga berita ini di tayangkan Managemen PT. Sriwijaya raya belum bisa di konfirmasi terkait adanya tudingan melakukan penambangan ore Nikel di Blok Mandiodo tanpa legalitas yang sah.

 

Laporan : Redaksi

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed