oleh

Kadinkes Koltim : Penderita ISPA Bukan Karena Dampak Kabut Asap Kebakaran Di Lalolae

Nasionalinfo.Com, Koltim – Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Timur (Koltim) Barwik Sirait yakini bahwa saat ini kebakaran Lahan gambut di Kecamatan Lalolae belum mempengaruhi dampak penyerangan terhadap ISPA.

Saat dikonfirmasi media ini di Kantor Pospol Laolae, Kecamatan Laolae, Kabupaten Kolaka Timur kamis (12/9/2019) dengan tegas mengatakan bahwa adanya kabut asap kebakaran hutan lahan gambut rawa di Kecamatan Laolae, belum mempengaruhi dampak terhadap penyerangan ISPA terhadap warga disekitar.

” Asapnya masih biasa biasa saja belum singnifikan, ada beberapa jumlah warga yang terserang ISPA tapi itu sebelum ada kejadian kebakaran “. Bebernya

Lanjut kata Kadinkes, pihaknya tetap antisipasi siaga aktif menstembaikan tenaga medis kesehatan dari beberapa puskesmas terdekat dari lokasi tempat kebakaran hutan tersebut.

” Yang kita siapakan berupa tabung gas oksigen, obat obatan dan ribuan masker pelindung diri guna antisipasi kemungkinan kemungkinan jika sampai ada kejadian dampak ISPA dari kabut asap tersebut “. Ucap

Menurutnya sudah ada sekitar seribuan lebih masker yang dibagikan warga yang terkena dampak.

Saat di tanya media ini berapa warga yang terkena ispa ? Barwik Sirait menjelaskan bahwa warga yang terkena ISPA memang ada, namum itu berarti bukan dari dampak kabut asap kebakaran di lalolae.

” September ada sejumlah 24 orang jiwa, 14 orang laki laki dan 10 orang jiwa perempuan yang terkena ISPA “. Ungkap Barwik Sirait.

Menurut catatan Kadinkes Kolaka Timur terkait ISPA bahwa Wilayah kerja puskesmas Kecamatan Lalolae yang peluang terpapar yakni Desa wesalo 573 jiwa jarak dari puskesmas 3 km, Desa Keisio 1.292 jiwa jarak dari puskesmas 2,5 km.

Jumlah kejadian ISPA selama bulan septemter 24 org (14 laki – laki dan 10 perempuan) dikategori ISPA ringan yang tidak memerlukan penanganan khusus, sebab keluhan utama adalah batuk ringan dan kerongkongan gatal.

Dan untuk Wilayah kerja puskesmas Kecamatan Mowewe yang berpeluang terpapar adalah Desa Watupute 867 jiwa jarak dari puskesmas 4,4 km; Kelurahan horodopi jumlah penduduk 1233 jiwa.

” Mulai 26 agustus – 11 september jumlah penderita ISPA 42 kasus (22 laki – dan 20 orang perempuan) “. Ujarnya

Kemudian Wilker Kecamatan Tinondo yang berpeluang terpapar adalah desa weamo 491 jiwa. Selama bulan september jumlah kasus yang sama sebanyak 33.

” Dari hasil kompilasi kasus ISPA di 3 Wilayah kerja puskesmas yang terdampak asap tersebut sebanyak 99 kasus, tetapi hingga ini belum ada yang terlapor sebagai akibat asap “.

Kadinkes Koltim juga menyarankan agar masyarakat Lalolae tetap menjaga kesehatan, mengkonsumsi asupan gizi yang baik, istirahat yang cukup dan tidak merokok.

” Kami harapkan kepada warga agar tetap menjaga kesehatan, dan konsumsi asupan gizi yang baik “. Tutup Barwik Sirait

Laporan : Abdul Rahim
Editor : Redaksi

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed