Nasionalinfo.Com, Kendari – Dinamika politik Sulawesi Tenggara (Sultra) menjelang Pemilu 2029 semakin menarik. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus menjadi magnet bagi sejumlah tokoh politik nasional maupun daerah yang memilih bergabung untuk memperkuat basis partai berlambang Gajah Sena tersebut.
Terbaru, mantan Gubernur Sulawesi Tenggara dua periode, Nur Alam, resmi bergabung dengan PSI setelah melakukan pertemuan dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) di Solo pada 17 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Nur Alam hadir bersama Ketua PSI Sultra, La Ode Rajiun Tumada, didampingi pengurus DPP PSI, Bestari Barus. Kehadiran Nur Alam juga disertai dua putranya, Giona dan Radhan Algindo, yang dinilai menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat basis elektoral PSI di Bumi Anoa.
Ketua DPD PSI Kolaka, Sumardin, menilai keputusan Nur Alam bergabung dengan PSI merupakan langkah politik yang progresif dan telah melalui pertimbangan matang.
“Langkah politik Pak Nur Alam momentumnya tepat dan memilih bergabung ke PSI tentu telah melalui pertimbangan kalkulatif,” ujar Sumardin kepada media ini, Kamis (18/6/2026).
Menurut Sumardin, Nur Alam masih memiliki pengaruh dan magnet politik yang kuat di tengah masyarakat Sultra. Berbagai program pembangunan yang dilaksanakan selama masa kepemimpinannya masih dirasakan manfaatnya hingga saat ini.
“Saya menilai Pak Nur Alam kembali di kancah perpolitikan Sultra bisa jadi ingin memperjuangkan program pembangunannya yang belum terwujud sebelum mengakhiri masa jabatannya. Gagasan pembangunan beliau tentu harus diperjuangkan melalui partai politik, dan pilihan politik itu dilabuhkan di PSI,” katanya.
Mantan Sekretaris NasDem Kolaka tersebut juga meyakini bergabungnya Nur Alam akan memberikan warna baru dalam peta politik Sultra menjelang Pemilu 2029.
Ia menilai kehadiran mantan orang nomor satu di Sultra itu dapat memperkuat posisi PSI sekaligus membuka berbagai kemungkinan politik, termasuk dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara mendatang.
“Kita lihat saja dinamika politik 2029. Apakah setelah PSI memiliki kursi di Senayan dan DPRD Sultra beliau kembali tampil di Pilgub Sultra, atau justru menyokong kader PSI untuk maju. Andai beliau maju, secara pribadi saya melihat sosok Ketua Golkar Sultra, La Ode Darwin, merupakan pasangan yang ideal,” cetus Sumardin.
Dengan bergabungnya Nur Alam ke PSI, peta politik Sulawesi Tenggara diperkirakan akan semakin dinamis. Kehadiran tokoh berpengalaman tersebut dinilai dapat menjadi modal penting bagi PSI dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan, termasuk Pemilu dan Pilkada serentak 2029.










