NASIONALINFO.COM – KOLAKA TIMUR | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Hingga Sabtu sore (12/9/2026), tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman di dua titik, yakni Desa Lalosingi, Kecamatan Lalolae dan Desa Weamo, Kecamatan Tinondo.
Penanganan ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk mencegah api meluas dan memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali. Tim gabungan diterjunkan langsung ke lokasi dengan dukungan lintas sektor.
Di Desa Lalosingi, Kecamatan Lalolae, pemadaman melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kolaka Timur, Manggala Agni, tim dari PT. Sari, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.
Berdasarkan laporan lapangan, hingga Sabtu sore kondisi api di lokasi tersebut masih menyala. Seluruh personel terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api agar tidak merembet ke wilayah lainnya.
Sementara itu, penanganan juga dilakukan di Desa Weamo, Kecamatan Tinondo. Tim yang terlibat terdiri atas TRC BPBD Kolaka Timur, BPBD Provinsi Sulawesi Tenggara, personel Polsek Mowewe, Babinsa, serta pemerintah Desa Weamo.
Kondisi di lokasi juga masih memerlukan penanganan intensif karena api dilaporkan masih berkobar. Personel gabungan terus melakukan pemadaman secara bersama-sama di titik api.
Data BPBD Kolaka Timur mencatat, hingga periode pelaporan 11 September 2026, telah terjadi sejumlah kejadian karhutla dan kekeringan di wilayah Kabupaten Koltim. Luas areal yang terdampak karhutla tercatat mencapai 273,5 hektare, sementara luas areal terdampak kekeringan mencapai 1.886,57 hektare.
Khusus kejadian yang tercatat pada September, karhutla sebelumnya terjadi di Desa Loka, Kecamatan Tirawuta dengan luas terdampak 0,80 hektare, Desa Talodo, Kecamatan Ladolae seluas 24 hektare; Desa Lalosingi, Kecamatan Lalolae seluas 23 hektare; serta Desa Weamo, Kecamatan Tinondo seluas 20,25 hektare.
Pemkab Koltim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.
Pemkab Koltim bersama BPBD dan unsur terkait akan terus melakukan pemantauan serta penanganan di lapangan sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat, lahan pertanian, perkebunan, dan kawasan hutan dari ancaman karhutla.









