Nasionalinfo.com, Kolaka – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Kabupaten Kolaka memicu sorotan keras dari DPRD Kolaka. Sekretaris Komisi II DPRD Kolaka sekaligus Ketua Fraksi PKS, Bahana Alam Sultan, mendesak Pemerintah Kabupaten Kolaka, aparat kepolisian, BPH Migas, dan Pertamina segera turun tangan mengungkap penyebab kelangkaan yang dinilai telah melumpuhkan aktivitas masyarakat.
Menurut Bahana, dalam beberapa hari terakhir masyarakat harus mengantre panjang di sejumlah SPBU di Kecamatan Kolaka dan Latambaga hanya untuk mendapatkan BBM. Bahkan, tidak sedikit warga yang disebut pulang dengan tangan kosong karena stok telah habis.
“Ini bukan persoalan sepele. Saya meminta pemerintah daerah, dinas terkait, dan pihak kepolisian serius menangani kondisi ini. Pertalite dan Pertamax sangat sulit didapatkan, sementara antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU,” tegas Bahana, Selasa (4/8/2026).
Ia menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi barang, hingga pelayanan publik yang bergantung pada pasokan BBM.
Lebih jauh, Bahana meminta aparat penegak hukum mengusut apabila terdapat dugaan penyimpangan dalam distribusi BBM. Menurutnya, kelangkaan tidak boleh menjadi celah bagi oknum tertentu untuk mengambil keuntungan dengan mengorbankan masyarakat.
“Jangan sampai ada orang-orang yang memanfaatkan kelangkaan BBM ini. Kalau ada dugaan permainan distribusi atau penimbunan, aparat harus bertindak tegas. Masyarakat tidak boleh terus menjadi korban,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa BPH Migas dan Pertamina harus memberikan penjelasan terbuka kepada publik mengenai penyebab kelangkaan yang terjadi di Kolaka serta memastikan distribusi BBM kembali normal.
“BPH Migas dan Pertamina harus bertanggung jawab. Jika kondisi ini terus dibiarkan, roda perekonomian masyarakat bisa lumpuh,” ujarnya.
Bahana mendesak agar pemerintah dan seluruh instansi terkait segera mengambil langkah nyata, bukan sekadar saling melempar tanggung jawab. Menurutnya, kepastian pasokan BBM merupakan kebutuhan mendasar yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat dan dunia usaha di Kabupaten Kolaka.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina dan BPH Migas belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kelangkaan Pertalite dan Pertamax yang dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Kolaka.










