Balapan Liar Jadi Sorotan, 250 Motor Terjaring! Warga Kolaka Minta Pemerintah Bangun Sirkuit

Nasionalinfo.Com,Kolaka  – Ratusan sepeda motor terjaring dalam operasi penertiban yang digelar Polres Kolaka bersama unsur TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di kawasan Pantai Rumah Adat Kolaka, Sabtu malam (7/11/2026) hingga Minggu dini hari.

Sebanyak kurang lebih 250 unit sepeda motor terjaring dalam operasi yang menyasar aktivitas pengendara dan dugaan aksi balapan liar tersebut.

Namun, di balik operasi besar-besaran itu, muncul suara lain dari masyarakat. Sejumlah netizen meminta Pemerintah Kabupaten Kolaka tidak hanya mengandalkan razia, tetapi juga menghadirkan solusi konkret dengan membangun sirkuit balap motor bagi generasi muda.

Aspirasi tersebut mencuat melalui kolom komentar unggahan akun media sosial NasionalInfo50. Sejumlah warganet menilai tingginya minat anak muda terhadap dunia otomotif perlu diimbangi dengan fasilitas yang memadai.

Salah satu akun bernama BU DEWAN menuliskan, “Butuh sirkuit, kasihan ini pemuda-pemuda Kolaka.”

Komentar senada disampaikan akun Farhan Adnan Gazali. “Mereka harusnya difasilitasi sirkuit oleh pemerintah Kolaka,” tulisnya.

Sementara akun @aflyamr menyampaikan, “Minimal kasihkan sirkuit Kolaka, kalau tidak mau ada balap liar daripada lari salah anak-anak.”

Fenomena ini memperlihatkan bahwa persoalan balapan liar tidak cukup hanya dilihat dari sisi pelanggaran lalu lintas. Pemerintah juga dituntut memikirkan ruang penyaluran minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga otomotif.

Operasi penertiban dipimpin Kabag Ops Polres Kolaka AKP Asmulyadi, S.H., dengan melibatkan personel Subdenpom Kolaka, Brigif TP/29 Mekongga, Yon TP/869 Taawu, Sat Brimobda Sultra, serta Satpol PP Kolaka.

Kegiatan diawali apel pengecekan personel pada pukul 23.30 WITA. Selanjutnya, personel mengikuti Tactical World Game (TWG) untuk mematangkan strategi dan pola penyekatan.

Sekitar pukul 01.40 WITA, petugas melakukan penyekatan di dua titik, yakni perempatan Polsek KPK dan Jembatan Warna-warni.

Pengendara yang terjaring kemudian diarahkan menuju Mapolres Kolaka untuk menjalani pemeriksaan dan penindakan oleh Satuan Lalu Lintas.

Hingga pukul 05.00 WITA, tercatat kurang lebih 250 unit sepeda motor terjaring dalam operasi tersebut.

Penindakan dilakukan terhadap berbagai pelanggaran, termasuk pengendara yang tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat kendaraan serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.

Khusus kendaraan yang menggunakan knalpot brong, pemilik diwajibkan menggantinya dengan knalpot sesuai standar sebelum kendaraan dapat dikeluarkan.

Tidak ada pembenaran bagi aksi balapan liar di jalan raya. Selain mengganggu ketenangan masyarakat, aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan yang membahayakan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

Langkah Polres Kolaka bersama TNI dan Satpol PP dalam menjaga keamanan dan ketertiban patut diapresiasi. Namun, penindakan semestinya berjalan beriringan dengan solusi jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten Kolaka perlu menangkap aspirasi masyarakat mengenai pembangunan sirkuit balap sebagai salah satu alternatif untuk mengarahkan minat generasi muda terhadap olahraga otomotif ke jalur yang legal, aman, dan profesional.

Sirkuit bukan sekadar tempat memacu kendaraan. Jika dikelola dengan baik, fasilitas tersebut dapat menjadi pusat pembinaan atlet balap, penyelenggaraan kejuaraan resmi, pengembangan komunitas otomotif, hingga membuka peluang ekonomi baru bagi daerah.

Polisi bisa melakukan razia, menindak pelanggar, dan menjaga jalan raya tetap aman. Namun, pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk menyediakan ruang positif bagi generasi muda.

Jangan sampai pemerintah hanya hadir ketika anak-anak muda melakukan pelanggaran, tetapi absen ketika mereka membutuhkan fasilitas untuk mengembangkan bakat dan prestasi.

Kini, aspirasi pembangunan sirkuit menjadi tantangan bagi Pemkab Kolaka. Sebab, menertibkan pelanggaran adalah kewajiban, tetapi membangun ruang bagi generasi muda untuk berprestasi juga merupakan investasi masa depan daerah.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *