Pembunuhan Wartawati Dan Pengakuan Para Pelaku
Pembunuhan Wartawati Dan Pengakuan Para Pelaku
Posted by

Pembunuhan Wartawati Dan Pengakuan Para Pelaku

Pengakuan para perampok sadis yang menghabisi nyawa seorang Wartawati yang tewas dangan keadaan yang sangat mengenaskan.

Meski mengaku baru kali ini melakukan aksi perampokan, namun ulah para perampok ini dan pelakunya yaitu Deni Setiawan dan ketiga rekannya cukup sadis. Pasalnya, selain menjarah barang berharga korban, pelaku juga berniat menyetubuhi korbannya yang sudah menjadi mayat.

Kelakuan bejat ini terkuak dari penuturan Deni, otak di balik aksi sadis tersebut. Diakui Deni, niat cabul itu nyaris dilakukan oleh Hafit Ubaidilah alias Ubay (22 tahun) pemuda bertato yang menikam tubuh korban dengan pisau sebanyak sembilan kali. Pengakuan ini bermula ketika awak media menanyakan kenapa saat ditemukan jasad korban nyaris bugil.

“Ya yang mau ‘gituin’ tadinya Ubay. Tapi, enggak jadi karena banyak darah dan juga saya larang,” ungkap Deni yang berdiri di samping Ubay saat diwawancarai awak media di Mapolresta Depok.

Deni cs pun mengaku saat melancarkan aksinya dalam keadaan sadar tanpa dipengaruhi alkohol.

“Waktu itu kan puasa, niat saya uangnya tadinya buat tambahan lebaran. Saya enggak ada dendam sama korban, hanya ingin merampok korban saja. Saya enggak tahu kalau Ubay nafsu juga,” ungkapnya.

Seperti diketahui, aksi sadis para pelaku yang tega menghabisi nyawa korban terlihat  dari hasil otopsi pihak Rumah Sakit Polri Kramatjati.  Di tubuh korban ada sembilan luka bekas tusukan.

“Adapun hasil autopsi sementara yakni, kondisi jenazah sudah membusuk diperkirakan telah tewas lima hari dari saat jasadnya ditemukan. Pada leher kulit bagian kiri terpotong rata dan sudah dikelilingi oleh belatung, pembuluh nadi utama leher terpotong dengan tepi yang cukup rata,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Teguh Nugroho.

Selain leher, di bagian dada samping kiri juga terdapat luka terbuka dengan tepi rata sebanyak sembilan tusukan membentuk garis sepanjang 4 cm.

“Pada tulang iga 3,4 kiri patah berkeping dan iga 7 terpotong rata. Kesimpulannya, sebab kematian karena kekerasan benda tajam sehingga terpotongnya pembuluh nadi utama leher yang menyebabkan pendarahan,” jelas Teguh. Usai membunuh, para pelaku kemudian menjarah laptop dan kamera korban, Kamis 2 Juli 2015.

Saat jasadnya ditemukan, tangan kiri terdapat tali rafia warna hitam. Diyakini, pelaku sempat mengikat kedua tangan korban dengan posisi ke belakang di dalam rumahnya di kawasan Perumahan Gaperi, Bojonggede, Sabtu sore 18 Juli 2015.

Atas kerja keras pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini, polisi telah berhasil meringkus para tersangkanya, masing-masing Hafit Ubadilah 22 tahun, Pujono 20 tahun, Sarifudin 22 tahun dan Deni Setiawan 25 tahun.

Keempat pemuda serabutan yang mengaku hanya tamatan SD ini dibekuk di tempat berbeda. Ubay, Pujono dan Sarifudin dibekuk di kawasan Bojonggede. Sedangkan Deni diringkus di tempat persembunyiannya di kawasan Bandung, Jawa Barat.

Akibat perbuatannya itu, para tersangka diancam dengan jeratan pasal 365 juncto 338 tentang pembunuhan yang ancamannya di atas 15 tahun penjara.

baca juga:

0 3 1068 22 July, 2015 Jabar, Jakarta, Ragam July 22, 2015

Facebook Comments